Anak Jaman Dulu VS Anak Jaman Sekarang

Suatu hari , saat sedang memilih sayuran di pasar..

Tiba-tiba ada suara anak kecil bernyanyi ;”Terooong.. terong dicabein.. ! ”

Spontan aku menengok kesumber suara . Anak perempuan kira-kira umur 3-4 tahun . Entah kenapa aku tidak tahan , sambil tersenyum aku berkomentar ;

” Wahh.. adik nyanyinya ‘Terong Dicabein ‘….”

Si anak malu-malu merapatkan wajah ke tubuh ibunya .

” Lagu ‘ Pelangi ‘ tahu nggak ?. ”  Aku penasaran.

Lalu si ibu seolah menyalahkan si anak .

Berkata ; ” Iya nih.. anak sekarang nyanyi lagu orang dewasa melulu . ” Si ibu tersenyum , aku juga .

” Mamanya sih nontonnya sinetron , muter lagu orang gede terus ya.. Adek jadi nyanyi lagu belajar masak ya.. ” kataku sambil tersenyum ,melirik si anak . Si ibu dan si anak tersipu-sipu…

 

Sepenggal cerita seperti diatas terasa akrab , bukan ?

Tak hanya lagu , anak-anak masa kini juga tak jarang melontarkan candaan vulgar ala orang dewasa , juga cenderung kurang sopan terhadap yang lebih tua . Dan , orang-orang dewasa seringkali seperti paduan suara mengatakan ; “Anak-anak jaman sekarang sekarang menyanyi lagu-lagu dewasa . Tidak seperti jaman kita dulu .”

Bahwa ; “Anak=anak jaman sekarang tidak sopan.. tidak seperti jaman dulu…”

Tunggu dulu… Benar tidak sih ?

Anak-anak sekarang siapakah yang jadi orangtuanya ? Yap ! Betul. Orangtua mereka adalah anak-anak jaman dulu yang sopan-sopan itu . Lalu , kalau begitu apanya yang salah..? Mengapa banyak anak sekarang seperti stereotipe diatas ?

Mari kita tengok lagi , apa yang sudah kita lakukan untuk mereka . Apa yang kita ajarkan , apa kebiasaan kita sehari-hari..?! Sudahkah memberi mereka hiburan yang baik ? Sudahkah memberikan dan memutarkan lagu-lagu anak . Sudahkah kita mengalahkan ego kita sendiri untuk tidak menonton atau mendengarkan hiburan yang tidak mendidik ?? Atau.. jangan-jangan malah kita genggam erat-erat remote control supaya kita puas menonton acara kesukaan kita tak peduli si kecil merasa diabaikan atau malah ikutan asik menonton acara yang tidak sepatutnya untuk anak seusia mereka .

Atau.. mungkin kita lalai memberikan mereka gadget tanpa pengawasan dan pendampingan . Sudahkah kita mengajarkan anak kita sopan santun bahkan yang paling dasar seperti mengatakan “Maaf , tolong , dan terima kasih ” ? Sudahkah kita menahan diri untuk tidak bergosip di dekat mereka ?

Dan yang terpenting, apakah kita sudah memberi mereka teladan yang baik sebelum kita memberi mereka nasehat ? Karena anak-anak merekam dan meniru semua.. apa saja yang ditangkap panca indranya .

Ini adalah sebuah refleksi.. Semoga kita semua menjadi bijak dan mau memperbaiki diri , baik tidaknya anak adalah cerminan diri kita .

Tulisan Yang Dimuat Di GHOSTWRITER.ID

Yeayy ! Tulisanku dimuat di ghostwriter.id ..!

Senangnya.. saat owner Ghostwriter.id membuat penawaran menarik di akun facebooknya Anang YB.. Aku langsung tertantang untuk ikut serta .  Saking semangatnya aku membuat tulisan itu hanya dalam waktu 2 jam saja hehe..

Tulisan ringan.. Hanya sedikit sharing pengalaman menulis sih.. Judulnya ” Menulis : Bakat atau Keterampilan ?

Senangnya.. karyaku di apresiasi oleh mentor kepenulisan . Membuatku ingin menulis lagi dan menulis lagi . Mengaktifkan sel-sel otak yang sudah lama beku . Mudah-mudahan sih setelah ini aku bisa lebih semangat dalam menulis .

 

INFO WORKSHOP BULAN JANUARI-FEBRUARI

1. Seminar and Gathering Woman Preneur Community – MALANG

Info lengkap :

FB . Devi Bestari

FB.Irma Sustika

Atau hubungi nomor yang tertera pada foto .

 

2. Workshop bag making untuk pemula by CRAFT NEED – BEKASI

Info Lengkap

FB. Maya Lia

3. Workshop Arashi Shibori dan Launching Buku by DEBORA NINIK SWA – JOGYA

Info Lengkap :

FB. Debora Ninik Swa

 

4. Workshop Pembuatan Mukena dan Tas Mukena by LISTYA BUDI – SURABAYA

Info Lengkap :

FB. Listya Budi

 

5. Workshop Amigurumi , Wall Decor Sulam Pita , dan Bros by My Sister’s Finger – SURABAYA

Info Lengkap :

FB .RirieRengganis Msf